Cara Cepat Hamil

Tanggung Jawab Suami Terhadap Istri

Dimana letak tanggung jawab suami terhadap istri, yang notabene adalah wanita yang pernah sangat dicintai dulu? Kemana perginya rasa sayang dan welas asih kepada wanita yang membuat seorang laki-laki hingga pada akhirnya memutuskan untuk menikahi wanita pilihannya untuk dijadikan sebagai permaisuri dalam mengarungi kehidupan ini bersama-sama? Kemana perginya hati nurani seorang suami hingga tega-teganya memberikan tekanan batin yang teramat sangat kepada wanita pilihannya yang telah Ia nikahi melewati moment yang sangat indah dan sakral? Padahal telah berjanji untuk setia – sehidup semati!

Dimana tanggung jawab suami terhadap semua janji-janji manisnya? Seorang suami yang telah berjanji terhadap istrinya untuk selalu bersama-sama dalam suka dan duka, harus mempertanggung jawabkan semuanya. Begitu pula sebaliknya…

Ada contoh sebuah kasus rumah tangga, dimana seorang istri merintih, dan menderita dalam tekanan batin yang berkepanjangan, dan bertanya kepada Sang Guru Spiritual.
- Mengapa prilaku suami berubah menjadi sensitif dan mudah marah?
- Mengapa suami sering melontarkan kata-kata cerai?
- Mengapa suami sering mau menangnya sendiri?
- Mengapa suami tidak bisa menghargai istri?
- Mengapa suami tidak memiliki gairah lagi?
- Apakah yang sebaik-baiknya dan sebenar-benarnya yang harus dilakukan?
- Bagaimana cara agar suami berubah menjadi baik?


Lalu apa jawab Sang Guru Spiritual? Jawaban yang sangat amat bijaksana terlontar melalui kata-kata yang lugas dan punya prinsip.
Jawabannya adalah : Penyebab seorang suami sering marah-marah bisa karena berbagai macam alasan. Bisa saja karena sedang banyak masalah yang dihadapi, kehilangan rasa cinta terhadap istri, hanya mencari gara-gara karena maksud dan tujuan tertentu, atau sifat marah memang sudah akar-nya dalam diri seorang suami, dan banyak lagi alasan yang lainnya. Yang mengetahui mengapa seorang suami sering marah-marah yah hanya dirinya sendiri yang mengetahui.

Untuk tindakan seorang suami yang sering mengancam untuk menceraikan istrinya, sangatlah tidak benar dan jauh dari sikap bijaksana. Sebab kata cerai tidak sepantasnya dan tidak boleh sembarangan diucapkan meski pun dalam suasana becanda. Marah yah sah-sah saja, sebab yang namanya manusia tentu tidak luput dari kesalahan.

Seorang suami yang mau menangnya sendiri, pada dasarnya memang sudah terbentuk dari kepribadiannya sendiri. Hanya saja, semua itu biasanya akan ditutupi ketika masih pacaran. Setelah menikah, segalanya akan terungkap juga. Banyak yang menutupi kepribadian buruk atau sifat yang buruk saat masih menjalani masa-masa manis saat ber-pacaran.

Untuk menyadarkan seorang suami agar bisa menghargai seorang istri, tidak ada satu pun orang yang bisa menyadarkannya sebab sangat mustahil untuk menyadarkannya. Kesadaran itu hanya/harus datang dengan sendirinya dari seorang suami.

Masalah suami tidak memiliki gairah lagi terhadap istrinya, bisa saja karena sudah memiliki orang ketiga atau  Wanita Idaman Lain. Namun, untuk membuktikan kebenarannya, haruslah ada bukti yang kuat. Misalnya saja, dengan menyewa detektif pribadi yang tentu saja tidak murah harganya. Sehingga fakta yang sesungguhnya tentang suami, bisa diperoleh dan tidak asal tuduh apalagi hanya sebatas perasaan atau prasangka.

Bagaimana cara agar suami berubah menjadi baik terhadap seorang istri, sekali lagi hanya dirinya sendirilah yang mampu menjawabnya. Dan ingatlah bahwa meskipun seorang istri sudah berhasil mengumpulkan bukti-bukti nyata tentang apa yang dilakukannya; yang sangat merugikan istri, tidak ada jaminan bahwa seorang suami akan berubah menjadi baik. Paling tidak yah sebagai seorang istri mendapat kesempatan untuk mengekspresikan pikiran dan perasaan. Perbanyaklah Tawakal dan Tawadhu kepadaNya agar suami mengerti akan tanggung  jawab suami terhadap istri.


15 Responses to Tanggung Jawab Suami Terhadap Istri

  1. mungkin bosan dan butuh suasana baru.. dan itu manusiawi :D so, baik suami maupun isteri rajin2lah berinovasi atw membuat suasana baru biar ga cepet bosan :)

  2. Ann says:

    No comment :)

  3. Yulis says:

    @ Goyang Karawang > Benar sekali mas Deni… Semoga mas Deni bisa menjadi suami idaman… :)

  4. Yulis says:

    @ Ann > Kalau gak comment, ntar panuan lho… :D

  5. sarah says:

    wah mudah2an ntr ku dpt suami yg baik ya mba….., doain yah hehehehe

  6. Yulis says:

    @ Sarah > Yaa sayang… Mbak selalu mendoakan dan berharap sesuatu yang baik buat Sarah… Semoga dijauhkan dari laki-laki yang tidak bertanggung jawab :)

  7. achoey says:

    Doakan agar saya bisa menjadi suami yg baik ya
    Baru nih, jadi lagi belajar
    Saya harap istri saya juga memahami itu :)

  8. Yulis says:

    @ Achoey > Amin… Insya Allah Rumah Tangga Mas Achoey EL Haris damai selalu… :)

  9. Soccer/???? says:

    gambarnya KDRT ya, ngeri mba…. spt di ring tinju ? hahahahaa

  10. [...] Perkawinan Penuh Ketegangan > Sering kita baca, seorang suami tega menghajar istrinya, bahkan sampai meninggal dunia. Atau seorang suami memaki-maki istrinya di depan orang lain. Pernikahan seperti ini biasanya penuh perlakuan kasar dari pasangan, baik secara fisik atau emosional dan sama sekali tidak pernah diharapkan oleh pasangan suami-istri manapun. Jika Anda mengalami pernikahan semacam ini, cobalah untuk membicarakan apa yang sedang terjadi dan bersama-sama mencari solusi yang baik. Namun, jika pasangan Anda justeru malah berbalik mengancam, bantuan pihak ketiga bisa menjadi pertimbangan. Apabila, pelecehan terus berlanjut dan sama sekali tidak menunjukkan ke arah yang lebih baik, maka pilihan terpahit adalah mengakhiri pernikahan. [...]

  11. [...] peninggalan harta seseorang yang telah meninggal dunia diberikan kepada yang berhak, seperti keluarga dan masyarakat yang lebih [...]

  12. [...] menemukan bukti yang Anda butuhkan, Anda harus sedikit tricky. Suami yang selingkuh biasanya akan bersikap baik untuk menutupi perselingkuhannya. Anda harus [...]

  13. kita baru mesandi suami…..kenapa saya selau mau bertenkar dengan istri saya….karna apa yah???

  14. muhsin says:

    gimana ya kalau misalkn istri yang nggak mau mengalah, walau suami sudah mengalah tetapi istri tetap saja memperjang masalah dan ngotot untk menjatuhkan sa suami terus menerus walaupun kesalahan yg dilakukan suami sangat kecil.? apakah langkah yang harus dilakukan.? secara kalau suami mau mengalah terus bisa-bisa istri makin menjadi-jadi, suami mau ikut menasehati bukannya sadar malah makin marah, suami mau menang sendiri juga bisa-bisa rumah tangga jadi hancur.
    sy bingung kalau keadaan terus-menerus seperti ini, secara sang istri sudah menjadi teman untuk menjalani hidup, tapi kalau sang istri hanya mau menang sendiri.
    tolong solusinya.????

  15. Leny says:

    Semoga para suami membaca artikel ini,,dan tidak akan pernha menyakiti wanita yang telah dipilihnya menjadi pendamping hidupnya..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>